Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Osteoporosis,  Gejala dan Pengobatannya

Osteoporosis-penyakit usia tua

 

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit tulang yang harus diwaspadai oleh semua orang atau disebut juga sebagai tulang keropos dikarenakan massa tulang yang rendah atau sudah habis dan terdapat pula penurunan pada kualitas jaringan tulang sehingga lama kelamaan tulang akan mengalami kerapuhan.

Osteoporosis pun dibagi menjadi tiga bagian yakni osteoporosis primer yang lebih banyak terjadi pada wanita yang telah mengalami masa menopause atau sudah lanjut usia. Osteoporosis Anak merupakan jenis osteoporosis yang biasa menyerang anak-anak atau disebut pula dengan juvenile idiopathic osteoporosis.

Osteoporosis sekunder merupakan jenis osteoporosis yang biasanya terjadi karena adanya beberapa penyakit diantaranya hipertensi, cushing’s disease, gagal ginjal, kurang gerak, kelainan hepar, memiliki kebiasaan meminum alkohol, penggunaan obat-obatan dank arena merokok.

Penyebab Osteoporosis

  1. Faktor keturunan atau genetis yang memungkinkan anggota keluarga lain memiliki osteoporosis jika salah satu anggota sudah memiliki riwayat penyakit osteoporosis.
  2. Terdapatnya jenis penyakit kronis seperti penyakit asma yang dianjurkan mengkonsumsi jenis oabat kortikosteroid dimana obat tersebut dapat memberikan efek samping berupa kekeroposan pada tulang.
  3. Seseorang yang kekurangan hormone terutama wanita yang kekurangan hormone estrogen.
  4. Seseorang yang kurang berolahraga sehingga menyebabkan tulang mereka kurang gerak.
  5. Kekurangan kalsium
  6. Memiliki berat badan yang kurang
  7. Terdapatnya gangguan makan atau yang disebut dengan anorexia nervosa.

 

Gejala-gejala Osteoporosis

Penyebab osteoporosis

 

  1. Rasa Nyeri

Pada penderita osteoporosis akan kerap sekali merasakan nyeri pada tulang belakang pada bagian punggung. Tulang belakang lama-kelamaan akan mengalami perapuhan sehingga akan menyebabkan cidera ringan. Pada umumnya rasa sakit tersebut akan muncul secara tiba-tiba pada titik tertentu punggung.

Anda juga akan merasa kesakitan jika tititk nyeri tersebut disentuh dan pada umumnya rasa sakit tersebut akan menghilang secara perlahan.

  1. Adanya Tulang Yang Patah

Penderita osteoporosis akan mendapati perlahan-lahan bagian tulang yang patah . Hal ini bisa disebabkan karena tulang-tulang tidak bisa menahan gerakan berat atau benda berat. Patah tulang yang paling sakit dirasakan adalah pada bagian panggul ataupun lengan dititik sambung dengan pergelangan tangan.

Patah tulang yang terjadi pada penderita osteoporosis umumnya bisa disebuhkan secara perlahan.

  1. Berkurangnya Kepadatan Tulang

Penderita akan menemukan tulang mereka yang lama-kelamaan kepadatannya akan berkurang terutama pada jenis osteoporosis senilis. Gejala awal dari osteoporosis memang sering tidak dirasakan oleh penderitanya.

Namun, lama kelamaan gejala tersebut terlihat bila anda semakin sering merasakan nyeri pada titik-titik tertentu dan itulah awal dari kepadatan tulang yang berkurang. Oleh karena itu, mencari tahu gejala awal dari osteoporosis sangat dibutuhkan untuk melakukan pengobatan lebih cepat sehingga anda dapat memiliki tulang normal kembali.

 

Cara Mengobati Osteoporosis

Cara mengobati osteoporosis

 

  • Mengkonsumsi Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung kalsium, mangan, magnesium serta fosfor yang baik untuk menjaga kesehatan tulang termasuk mengobati osteoporosis. Anda dapat mengkonsumsi kacang jenis almond dan pistachio secara rutin.

  • Mengkonsumsi susu dan yogurt

Susu mengandung kalsium yang juga berguna untuk meningkatan fungsi tulang. Selain itu, mengandung protein yang dapat membuat tulang lebih kuat. Anda dapat mengkonsumsi produk-produk susu seperti yogurt ataupun susu skim secara rutin sehingga osteoporosis yang menyerang anda segera hilang.

  • Mengkonsumsi Sayuran

Mengkonsumsi sayuran pun dapat menyembuhkan osteoporosis yang anda derita. Sayuran seperti kol, brokoli maupun buah bit dapat menjadi pilihan yang tepat. Anda bisa mengkonsumsi sayuran secara teratu.

  • Berolahraga

Kekuatan dari berolahragapun dapat menyembuhkan osteoporosis mengingat penyakit ini juga diakibatkan karena kurangnya berolahraga. Anda dapat melakukan olahraga yang sederhana seperti gerakan-gerakan ringan jogging ataupun senam yang ringan.

Usia Pensiun? Hati-Hati Stress!

Stress bisa terjadi pada usia berapa saja termasuk bagi mereka yang memasuki usia pensiun atau purnabakti. Jadi, jangan berpikir jika mereka yang telah pensiun tidak akan mengalami stress karena, mereka justru akan mengalami masa transisi yang berbeda jauh. Secara tidak langsung, perubahan ini akan mengalami kondisi psikologis dari seseorang. Perubahan yang terlalu drastis bisa membuat mereka yang menjalaninya akan kaget dan mengalami stress yang berkepanjangan jika tidak segera diatas. Lantas apa solusinya?

Memahami masalah stress yang dialami di usia pensiun

Memahami masalah stres

Pada umumnya, seseorang akan pensiun ketika ia memasuki usia 56-58 tahun kecuali, dosen atau guru besar yang biasanya memiliki usia pensiun yang lebih lama (60-70 tahun). Perubahan ini cenderung menghadirkan masalah-masalah baru yang biasanya dialami oleh setiap orang yang baru saja memasuki masa pensiun.

  1. Perubahan baik secara psikologis maupun aktivitas
    Bayangkan saja, yang biasanya beraktivitas di kantor, berkumpul bersama teman kantor atau menjalani rapat, Anda kini hanya berdiam di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun. Secara tidak langsung, Anda akan mengalami rasa hampa karena, Anda tak lagi menjalani aktivitas yang biasanya Anda sudah lakukan selama berpuluh-puluh tahun. Selain itu, Anda pastinya akan mengalami stress karena, Anda seharusnya berada di balik meja Anda untuk bekerja atau melakukan sesuatu.
  2. Rasa tidak ikhlas
    Terkadang, ada beberapa orang yang merasa kalau ia belum waktunya memasuki usia pensiun. Biasanya, orang-orang ini merupakan orang yang mencapai prestasi tertinggi dalam hidupnya selama bekerja. Bisa saja, ia sedang menduduki posisi sebagai direktur atau posisi tertinggi lainnya selama beberapa puluh tahun. Secara tiba-tiba, Anda akan menanggalkan posisi tersebut dan kembali ke kehidupan biasa dimana, Anda hanya dikenal sebagai diri Anda sendiri dan bukan lagi direktur dari perusahaan A atau B. Tentu saja, Anda akan merasa tidak rela karena, hal itu Anda dapatkan melalui perjuangan bertahun-tahun.
  3. Tidak lagi berpendapatan
    Salah satu hal yang juga menjadi masalah yang cukup pelik adalah, Anda tak lagi memiliki gaji. Hal ini mungkin terlihat simple karena, orang yang sudah pensiun tentunya sudah punya cara untuk mengatasi masa pensiunnya jika seandainya mereka tak lagi berpenghasilan. Akan tetapi, hal ini tetap saja menjadi beban pikiran bagi setiap orang yang memasuki masa pensiun.

 

Cara Menangani rasa stress di usia pensiun

Menangani stress

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang yang baru saja memasuki masa purnabakati mereka. Cara-cara yang ada tergolong sangat normal dan mudah dilakukan oleh siapa saja dan berikut cara-cara yang bisa dilakukan :

  1. Ikhlas dalam menjalani masa pensiun
    Pertama, Anda perlu ikhlas dalam menjalani masa pensiun. Anggap saja, hal ini akan menjadi gerbang bagi diri Anda untuk memasuki masa baru dimana, Anda akan mendapatkan hal baru yang sangat bagus. Selain itu, Anda perlu mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa sehingga, Anda bisa menguatkan diri Anda dalam menghadapi hal ini.
  2. Cari kesibukan baru
    Mungkin, Anda punya hobi yang biasanya Anda lakukan seperti, bercocok tanam, olahraga, mengurus cucu, menulis, atau hobi lainnya. Dengan memasuki masa pensiun, Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan hobi Anda. Ada yang hobi untuk melakukan taruhan bola di berbagai situs bola online terpercaya, Mahabet.org misalnya. Selama tidak menjadi kecanduan, hobi ini masih boleh saja Anda lakukan. Untuk itu, hal ini menjadi sebuah hal positif yang bisa Anda lakukan untuk melakukan hobi yang Anda sukai karena, Anda pasti tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan hobi Anda saat masih bekerja.

Yuk Lakukan Olahraga untuk Usia 60 ini Agar Selalu Enerjik dan Jauh dari Penyakit

Olahraga untuk menjaga kebugaran tuibuh

 

Olahraga untuk Usia 60, pentingkah?

Semakin bertambahnya usia, semakin banyak keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, di usia yang sudah tidak muda ini, Anda pasti ingin melakukan banyak hal agar tidak hanya duduk, nonton televisi sambil makan camilan, kan? Ah, pasti membosankan. Solusinya, ya lakukanlah olahraga untuk usia 60 yang jenisnya ringan dan mudah.

Usia 60 memang sebaiknya melakukan olahraga yang tidak berat karena tubuh sudah tidak mampu lagi melakukan hal yang berat. Jika Anda memaksakan, wah malah akan membuat tubuh tidak bugar, dong! Jadi capek dan pegal-pegal. Maka, lakukanlah olahraga ringan namun teratur, Anda akan merasakan betapa tubuh terasa segar untuk melakukan hal yang diinginkan.

Menjawab Pertanyaan “Mengapa sih Usia Tua Harus Melukan Olahraga?”

Pertanyaan semacam ini mungkin muncul di benak Anda karena “ya usia segini kan enaknya santai, leha-leha, main sama cucu, ngobrol sama anak dan istri sambil ngeteh”. Ya tidak ada salahnya kalo Anda ingin bersantai di usia lanjut, namun jangan keterusan karena tidak baik, lho. Seiring bertambahnya usia, kinerja organ tubuh pasti akan menurun.

Agar menghindari penurunan yang cepat, salah satunya adalah dengan melakukan olahraga untuk usia 60. Gaya hidup yang terlalu santai di usia lanjut justru berakibat buruk bagi kesehatan karena semakin melemahkan fungsi organ seperti jantung dan otot-otot. Anda tidak mau menghabiskan masa tua dengan minum banyak obat, kan? Maka, jagalah kesehatan dengan olahraga.

Apa Saja Olahraga untuk Usia 60 yang Direkomendasikan?

  1. Jalan Kaki

Olahraga lari untuk kesehatan tubuh

Olahraga yang satu ini paling gampang dilakukan, dan bahkan tanpa sadar sudah sering dilakukan, ya, jalan kaki. Jalan kaki itu ringan namun manfaatnya luar biasa bagi tubuh. Kalau Anda rutin jalan kaki, ya minimal sehari 15 sampai 30 menit atau lebih, dapat memperkuat organ tubuh seperti otot, jantung, dan paru-paru.

Jalan kaki juga efektif untuk memperbaiki massa tulang di usia 60 ini. Punya tulang yang kuat akan membuat Anda gampang bermain bersama cucu, bukan? Oleh sebab itu jangan lewatkan hari-hari Anda tanpa berjalan kaki. Anda bisa jalan kaki di sekitar komplek rumah atau mengajak anak cucu mengikuti jalan sehat bersama.

  1. Berenang

Jangan salah, berenang bukan hanya untuk kaum muda mudi saja, lho! Berenang juga merupakan jenis olahraga untuk usia 60 yang sangat bagus dalm hal memperkuat otot-otot tubuh, jantung, dan paru-paru. Manfaat yang akan dirasakan sama dengan jalan kaki, jadi Anda bisa pilih lebih suka olahraga di air atau di darat.

Alasan lain kenapa renang dianjurkan karena olahraga ini dapat meminimalisir terjadinya cedera fisik akibat benturan atau lainnya. Jika jalan kaki, kemungkinan Anda bisa terkilir, tersandung dan jatuh sehingga bisa berdarah. Cedera fisik yang terjadi ketika berenang lebih jarang, namun tetap harus berhati-hati agar tidak terpeleset di pinggiran kolam.

  1. Bersepeda

Bersepadah untuk menjaga kesehatan tubuh

Sepeda memang teman yang menyenangkan bagi segala usia. Di usia 60 ini pun, tak usah khawatir sepeda Anda akan teronggok di gudang karena mengayuh sepeda sangat bermanfaat bagi tubuh Anda yang semakin menua. Kayuhlah sepeda secara rutin agar stamina Anda selalu terjaga dan malah meningkat. Bahkan mengayuhnya dengan cepat semakin banyak manfaat.

Banyak hasil studi yang menganjurkan kayuhan sepeda dipercepat karena dapat memperpanjang hidup lima sampai empat tahun lebih lama. Jika tidak kuat, maka kayuhlah dengan cepat untuk beberapa menit saja setelahnya kayuh santai. Pilihlah jalan yang datar karena jalan menanjak tidak cocok untuk tubuh usia 60. Sepeda memang teman setia berjuta manfaat.

  1. Yoga

Yoga utnuk usia 60an

Usia 60 harus yoga? Wah, tubuh ini nggak bisa elastis. Ditekuk-tekuk ala yoga malah bikin pegel.”

Wah, pendapat semacam ini mungkin pernah terbesit dalam pikiran Anda. Jangan salah ya, yoga untuk usia lanjut tidak disamakan seperti yoga untuk usia muda. Yoga sebagai salah satu olahraga untuk usia 60 lebih didominasi latihan pernapasan.

Jadi, tidak usah khawatir harus melakukan gerakan sulit yang membuat badan pegal. Latihan pernapasan yang diarahkan oleh instruktur yoga bermanfaat untuk menjaga kestabilan tubuh, ketenangan jiwa dan pikiran serta meminimalisir stress. Selain itu, peregangan badan juga dilakukan, tentunya dengan gerakan yang ringan. Mendapat ketenangan dan kebugaran tubuh, yoga solusi terbaiknya.

  1. Berkebun

Berkebun untuk olahraga orang tua

Olahraga apa ya yang tidak berat dan membuat hati senang? Ya berkebun. Apalagi jika Anda memiliki sedikit lahan kosong di rumah yang tidak terpakai. Cobalah tanami dengan tanaman yang Anda suka semisal tanaman daun hias, tanaman bunga hias, tanaman cabai dan sayur-sayuran, tanaman obat-obatan atau tanaman lain yang ingin ditanam oleh Anda.

Ajaklah istri atau suami Anda menanam dan merawat bersama, sesekali anak dan cucu Anda pun diajak melihat kebun Anda. Wah, menyenangkan bukan? Selain menjadi aktifitas fisik yang menyehatkan, Anda juga bisa menciptakan suasana bahagia yang membuat hidup di masa tua terhindar dari stress dan krisis kepercayaan diri karena merasa sudah tidak berguna.

  1. Senam

Senam-macam mcam olahraga

Satu lagi olahraga untuk usia 60 yang dianjurkan yaitu senam. Sudah sering mendengar senam lanjut usia? Itu dia, senam yang bisa membuat tubuh Anda bugar karena stamina kembali terisi. Gerakan senam khusus untuk lanjut usia ini juga mudah dilakukan dengan iringan musik relaksasi. Jenis gerakan yang susah dan cepat tidak direkomendasikan.

Senam ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah dengan mencontoh gerakan dari video atau pun televisi. Namun, akan lebih baik kalau melakukan senam bersama-sama dengan